Berat Badan Ideal, Intermittent Fasting Jawabannya.



Saat ini intermittent fasting atau juga biasa disebut dengan diet puasa, menjadi salah satu metode untuk menurunkan berat badan yang sedang hangat diperbincangkan. Jenis diet satu ini dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan secara efektif. Lantas bagaimana caranya untuk melakukan intermittent fasting? Nah, bagi yang masih merasa asing dan penasaran dengan metode diet puasa ini, berikut ini penjelasan selengkapnya.

Apa itu Intermittent Fasting?


Diet puasa atau intermittent fasting, di Indonesia mungkin lebih dikenal dengan metode OCD-nya Deddy Corbuzier, adalah metode untuk mengatur pola makan dengan cara berpuasa makan selama beberapa waktu, namun dalam waktu tersebut Anda masih dapat mengonsumsi air mineral. Dibandingkan dengan istilah “diet” yang biasanya mengarah pada pengurangan atau pembatasan makan, metode intermittent fasting lebih mengarah untuk mengatur waktu makan Anda. Diet puasa tidak mengatur makanan apa yang harus dihindari, dikurangi, ataupun apa yang harus dikonsumsi, namun lebih mengatur kapan Anda makan dan kapan harus berhenti untuk makan. Biasanya metode ini menganjurkan untuk puasa makan selama 16 jam, namun untuk waktu pastinya dapat Anda tentukan sendiri.
Bagaimana metodenya?
Melansir dari Healtline berikut adalah metode yang biasa dilakukan untuk menjalankan Intermittent Fasting:
  • The 16/8 method - merupakan metode yang membagi 16 jam waktu berpuasa dan 8 jam waktu untuk makan. Contohnya, Anda mulai makan dari jam 1 siang, maka waktu makan Anda berakhir pada jam 9 malam. Setelah itu, dilanjutkan berpuasa hingga 16 jam ke depan. Dalam kurun waktu 9 jam makan tersebut, Anda bebas untuk mengonsumsi makanan apapun.
  • Eat-Stop-Eat – metode ini mengharuskan Anda tidak mengonsumsi makanan selama 24 jam dalam beberapa hari per minggu. Misalnya Anda selesai makan terakhir pada jam 8 malam, maka Anda harus berpuasa (hanya boleh minum air mineral) hingga jam 8 malam di hari berikutnya. Menghentikan makan selama 24 jam mungkin terdengar sangat sulit, namun Anda bisa memulai metode ini dengan cara bertahap, tidak langsung memulai dengan 24 jam.
  • The 5:2 Diet – dilakukan dengan cara mengurangi jumlah konsumsi hingga 25% dari jumlah normal, sekitar 500-600 kalori per hari atau setara dengan satu kali porsi makan. Metode ini dilakukan dalam kurun waktu dua hari per minggu, dan lima hari sisanya, Anda dapat mengonsumsi makanan secara normal.

Manfaat Intermittent Fasting

Penelitian dan studi terus dilakukan untuk mengkaji manfaat dari metode diet ini. Dari penelitian tersebut menyatakan bahwa Intermittent Fasting memberikan manfaat yang luar biasa seperti mengkontrol berat badan, memberikan kesehatan untuk tubuh dan juga fungsi otak, mengkontrol tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol dan gula dalam darah dan bahkan metode diet ini menjadi resep rahasia untuk panjang umur lho.